MEMAHAMI UNTUK BERANI DAN PEDULI

Siang itu  Ocha (16) dengan jujur mengaku dulu mengira vape lebih aman dari rokok biasa. Ocha menyampaikan “Aku kira vape itu aman, soalnya wangi buah dan nggak ada bekas abu. Ternyata sama bahayanya sama yang konvensional,” ujarnya… Peryataan itu muncul dalam kegiatan roadshow Pemuda Penggerak ke Forum Anak Surakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 16 remaja usia 11–18 tahun. Peserta, semuanya aktif, kritis, dan tidak malu menyampaikan pendapat. Diskusinya hidup dan  beberapa pertanyaan mereka justru  menjadi renungan “menampar” kita sebagai orang dewasa. Dari obrolan santai tapi serius itu, muncul dua cerita penting: soal cara berpikir remaja tentang rokok dan soal keberanian mereka untuk peduli.

Selain Ocha banyak remaja yang memiliki pemikiran yang sama. Fenomena ini mirip dengan Halo Effect, di mana kemasan yang futuristik dan wangi membuat otak remaja mengasosiasikannya sebagai sesuatu yang positif dan tidak berbahaya. Padahal, faktanya nikotin cair di dalamnya tetaplah zat adiktif yang bisa memicu kerusakan organ hingga kanker. Zat adiktif tetap adiktif. Semantara Fahri, siswa dari salah satu SMA di Surakarta yang gemar membaca, mematahkan ilusi tersebut“Nggak ada pengecualian. Konvensional atau elektrik, sama-sama pintu masuk kehancuran dari rokok” tegasnya. Zat pembersih lantai pun ada di dalam rokok,” tegas Fahri. Namun, Fahri menyoroti ironi kognitif di lingkungannya. Di taman cerdas, tempat yang seharusnya jadi simbol edukasi, justru banyak orang dewasa merokok. Ini menciptakan Cognitive Dissonance (ketidaknyamanan mental) bagi anak-anak: “Katanya rokok bahaya, tapi kok orang dewasa di taman cerdas malah merokok?”

” Dengan sedih dia menyampaikan “ Bayangkan kebingungan anak-anak ketika  melihat . Katanya rokok berbahaya, tapi orang dewasa melakukannya di ruang publik. Inilah yang membuat pesan kesehatan kadang tidak konsisten di mata anak  dan remaja.

Keberadaan ornag yang merokok di tempat public cenderung membuang putung di tepat tersebut. Putung rokok merupakan sampah jenis B3 (Barang Beracun dan Berbahaya). Ini menjaid hal yang menarik ketika diputarkan video tentang kerusakan laut akibat puntung rokok, suasana langsung berubah. Wajah-wajah yang tadi santai mendadak serius. Ternyata, isu lingkungan bisa menjadi fakta yang membuat hati mereka tersentuh. Mereka mulai sadar puntung rokok bukan cuma masalah kesehatan pribadi. Putung rokok mencemari tanah. mengotori laut. membahayakan hewan. Hal yang ditekankan adalah rokok tidak lagi terlihat keren, tetapi justru bersifat merusak

Rokok Bahaya Dan Dilema Anak dan Remaja

Ini bagian yang paling jujur sekaligus paling penting. Dalam post-test, banyak anak mengakui: “Kalau teman merokok, ya itu urusan mereka.” Bukan karena mereka tidak peduli. Tapi karena mereka takut merusak pertemanan. Ocha pernah mencoba menegur temannya, tetapi memang tidak mudah. Sementara Fahri juga pernah menghadapi teman yang merokok sembunyi-sembunyi di sekolah. Apa yang terjadi ? Efek kecanduan nikotin membuat nasihat sering tidak digubris. Di usia remaja, diterima dalam kelompok itu penting. Menegur teman bisa dianggap sok suci atau tidak asyik. Maka banyak yang memilih diam. Padahal diam juga punya dampak. Dalam diskusi mereka bersepakat tentang  bagaimana Cara Mengingatkan tanpa menghakimi. Hal itu nampak ketika ditanya bagaimana cara terbaik mengingatkan teman, jawabannya justru sangat dewasa.  Beberapa kata yang muncul yaiyu jangan menghakimi dan jangan melabeli. Pendekatannya harus santai, setara, dan pelan-pelan. Hal yang perlu dilakukan adalah tetap berteman tetapi harus memiliki ketahanan diri untuk tidak ikut merokok dengan tetap konsisten menunjukkan sikap. Ini yang disebut carefrontation yaitu peduli tapi tetap tegas. Karena pada akhirnya, menegur bukan berarti membenci tetapi justru  karena sayang. (penulis : Tiara R.Q, Mahasiswa Magang Psikologi UGM)


Sekolahku Dikepung Iklan Rokok

59% anak mulai merokok usia dibawah 12 tahun (Riset Yayasan KAKAK, 2021)

Yayasan KAKAK bertekad melindungi hak anak dalam hal tumbuh kembangnya salah satunya perlindungan anak dari zat aditif. Oleh sebab itu, ditahun 2022 KAKAK berkolaborasi dengan Pemuda Penggerak melakukan survey monitoring iklan, promosi dan sponsor rokok di sekitar sekolah di Kota Surakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat situasi iklan, promosi dan sponsor rokok disekitar sekolah dimana sekolah merupakan salah satu Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang seharusnya bersih, sehat, dan bebas dari iklan, promosi dan sponsor rokok.
Untuk melakukan survey tersebut, menjangkau titik (sekolah) dengan radius 200 meter dari pintu masuk/keluar gerbang sekolah dan menggunakan handphone untuk memotret dan memvideo situasi yang ada disekitar sekolah.replica watches UK

buy replica watches

buy best replica watches

replica watches

replica rolex watches

replica watches UK

buy replica Rolex daytona

replica watches


Implementasi Kebijakan Kawasan tanpa Rokok

Pada Ruang Bermain Ramah Anak di Kota Surakarta

Pada hari Rabu, 24 Januari 2024, di Hotel Sahid Jaya Surakarta, yayasan KAKAK mengadakan Workshop Implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok pada ruang Bermain Ramah Anak di Kota Surakarta. kegiatan ini dihadiri 30 orang perwakilan dari 13 pengelola taman cerdas, Kepala kelurahan, forum anak dan Pemuda Penggerak. panerai panerai watches

dalam kegiatan ini , Ibu Purwanti, SKM, M.Kes (Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak pengendalian penduduk dan keluarga Berencana (DP3AP2KB)) selaku narasumber pertama menekankan tentang tugas fungsi pengelola taman cerdas, salah satunya melaksanakan Perda Kawasan Tanpa Asap Rokok 100% untuk taman bermain anak.rolex Replica uk

Bapak Hari sapta (pengelola Taman Cerdas Sukarno Hatta Jebres) selaku narasumber kedua menyampaikan bahwasanya beliau sudah menerapkan 100% implementasi Kawasan Tanpa Asap Rokok. beliau menyampaikan tentang upaya untuk pencegahan yang dilakukan yaitu dengan menggunakan media informasi yaitu Roll up Banner, MMT dan stiker tentang Perda Kawasan tanpa Rokok yaitu Larangan, Merokok, Memproduksi, mempromosikan rokok di Taman Bermain anak. memeastikan tidak ada yang merokok sampai batas terluar pagar taman bermain. Pengelola juga menegur ketika ada yang merokok.Rolex submariner replica

tindak lanjut dari kegiatan ini adalah Kepala Dinas DP3P2KB akan mengeluarkan SE (surat Edaran) kepada Pengelola taman Cerdas untuk menerapkan 100% tanpa asap rokok di Taman Cerdas. Yayasan KAKAK akan mendukung upaya pencegahan yang akan dilakukan oleh pengelola Taman Cerdas.cartier replica watches

Breitling Replica watches


Workshop dan rencana Aksi

Anak Muda Bergerak untuk Perubahan

Minggu, 28 Januari 2024, Yayasan KAKAK bersama Pemuda Penggerak mengadakan Workshop dan Rencana AKsi Anak Muda Bergerak untu Rolex replica watches Perubahan. kegiatan ini dilaksanakan di Resto Balaikambang pukul 09.00 – 12.00. Dalam kegiatan ini ada 30 AAA ETA Rolex orang yang merupakan perwakilan dari Forum Anak Kota Surakarta, Forum Anak Sukowati (Sragen), Pendamping Forum Anak, best Replica Watches uk Pemuda penggerak dan tim Program Yayasan KAKAK. patek-philippe rolex watches

Dalam kegiatan ini, Pemuda Penggerak menyampaikan tentang apa saja kegiatan yang sudah dilakukan selama ini, salah satunya yaitu perlindungan anak -anak dari bahaya Asap rokok. kegiatan berupa survey tentang perokok anak, pengumpulan puntung rokok di kawasan tanpa asap rokok, sosialisasi bahaya asap rokok dan aktif dalam diskusi dan advokasi tentang bahaya rokok. replica watches UK

Narasumber kedua dalam kegiatan ini, Drastiana Nisa dari Indonesia Mengajar. Nisa menyampaikan bagaimana anak muda dalam kegiatan sosial yang dilaksanakan harus faham kehendak apa yang dilakukan, bukan karena ikut-ikutan. apa saja yang akan dikorbankan (misalnya waktu, tenaga, biaya, dan sebagainya) dan mengetahui apa saja yang akan dihasilkan, diharapkan hasilnya positif. Rumus dalam Kerelawanan adalah : Kehendak + Pengorbanan = Hasil.replica panerai watches

tujuan dalam kegiatan ini, anggota Forum anak yang saat ini masih diusia anak, pada usia 18 tahun nanti bisa tergabung menjadi anggota Pemuda Penggerak.Here at our online store, you will absolutely find your favorite one since we provide a wide collections of replica omega watches


Workshop Promosi Kampung Bebas Asap Rokok

Surakarta,4 Desember 2023, bertempat di panerai copy Solia Zigna Laweyan, Yayasan Kakak bersama Dinas Kesehatan Kota Surakarta melakukan kegiatan Workshop Promosi Kampung Bebas Asap Rokok. Kegiatan ini diikuti oleh Bidang

panerai replica Promosi Kesehatan di 17 Puskesmas. Kegiatan ini dilakukan dalam upaya melindungi masyarakat dari bahaya paparan zat adiktif (rokok) melalui pengembangan Kampung Bebas Asap Rokok.

Saat ini sudah ada 110 Kampung Bebas Asap Rokok replica breitling yang di bentuk oleh Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Harapannya dengan kegiatan workshop ini, Kampung Bebas Asap Rokok di kota Surakarta bisa berjalan lebih maksimal dalam rangka mendukung implementasi Kawasan Tanpa Rokok di tingkat masyarakat. #kerentanparokok#kampungbebasasaprokok#rokokbikinrungkad#sehattanparokok


Kaleideskop KAKAK Tahun 2023

Tahun 2023 sudah berlalu, banyak hal yang sudah dilakukan Yayasan KAKAK dalam melakukan Perlindungan Anak. mulai dari panerai Replica Pencegahan, Penanganan dan advokasi untuk terpenuhinya panerai panerai watches hak anak. berikut kami sampaikan catatan yang kami himpun dalam satu tahun ini. semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, bahwa replica omega masih ada hak anak yang belum terpenuhi secara optimal.

Selamat tahun Baru 2024, semoga ditahun 2024 ini, semua menjadi lebih baik lagi, Hak Anak-anak terpenuhi dengan optimal, tidak ada lagi kekerasan pada Anak, Mari kita ciptakan Dunia yang Layak Anak.

https://www.instagram.com/p/C1hVMQkP9_6/?utm_source=ig_web_button_share_sheet&igsh=MzRlODBiNWFlZA==


CEGAH TREND PENINGKATAN PEROKOK UNTUK ZERO STUNTING

Surakarta, 28 Mei 2023 Merokok merupakan akifias yang berdampak merugikan bagi kesehatan individu, masyarakat dan lingkungan sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian rokok untuk jaminan kesehatan.Rokok mengandung lebih dari 4000 jenis zat kimia berbahaya bagi kesehatan mulai dari nikotin maupun zat lainnya yang bisa menyebabkan penyakit kanker paru-paru, TBC, Jantung , atau komplikasi yang berujung kematian. Menurut data WHO Indonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah Cina dan India. Peningkatan konsumsi rokok berdampak pada makin tingginya beban penyakit akibat rokok dan bertambahnya angka kematian akibat rokok. Hasil penelitian WHO bekerja sama dengan US National Cancer Institute  menyatakan angka kematian akibat tembakau diproyeksikan meningkat dari enam juta kematian per tahun menjadi delapan juta per tahun pada 2030, dengan lebih dari 80 persen terjadi di negara berpendapatan menengah ke bawah.[1]

Selain menimbulkan berbagai penyakit perilaku merokok pada orangtua diperkirakan berpengaruh pada anak stunting dengan dua cara. Yang bertama, melalui asap rokok orang tua perokok yang memberi efek langsung pada tumbuh kembang anak. Seperti yang disebutkan oleh Ketua Satuan Tugas Remaja Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH, “Asap rokok mengganggu penyerapan gizi pada anak, yang pada akhirnya akan mengganggu tumbuh kembangnya.” Pengaruh perilaku merokok yang kedua, dilihat dari sisi biaya belanja rokok, membuat orang tua mengurangi “jatah” biaya belanja makanan bergizi, biaya kesehatan, pendidikan dan seterusnya.[2]

Dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia Tahun 2023 kolaborasi Dinas Kesehatan Kota Surakarta dengan Yayasan kakak dengan mengedepankan komunitas Anak Muda dan masyarakat mengadakan kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Kegiatan ini dilakukan dalam Car Free Day tepatnya di depan Lodji Gandrung pada tanggal 28 Mei 2023. Kegiatan ini menekankan promosi kesehatan dalam bentuk layanan kesehatan yaitu ukur tensi dan Unit Berhenti Merokok (UBM) yang dilakukan oleh 17 puskesmas Kota Surakarta. Partisipasi masyarakat dalam upaya untuk mencegah trend kenaikan perokok untuk Zero Stunting diwujudkan dengan stand Kampung Bebas Asap Rokok yang sudah dikembangkan oleh DInas kesehatan melalui puskesmas. Sedangkan partisipasi anak muda dengan berbagai upayanya ditampilkan dalam stand Pemuda Penggerak.

Salah satu yang dilakukan adalah talkshow yang menghadirkan anak SMP dan SMA yang merupakan target dari Industri Rokok.  Anak muda yang dijadikan target harus dikuatkan bahwa rokok adalah produk yang tidak normal. Sementara iklan, sponsor dan promosi yang bertebaran di sekitar mereka memberikan informasi yang menyesatkan seolah produk tersebut membuat lebih percaya diri, kesetiakawaan atau lainnya. Hal inilah yang harus ditegaskan lagi bahwa rokok adalah produk yang tidak normal karena menyebabkan beragam dampak buruk pada kesehatan.

Kepala Dinas kesehatan, dr Siti Wahyuningsih menyampaikan……

Peran anak muda dan masyarakat dalam  menekan tren kenaikan perokok menjadi hal yang penting, tetapi juga harus didukung dengan kebijakan yang kuat. Apalagi saat ini RUU Kesehatan yang dibahas harus memiliki kekuatan untuk menekan konsumsi dan peredaran rokok  melalui pelarangan iklan, promosi, dan sponsor rokok dalam bentuk apapun.  Kebijakan ini menjadi dasar mengembangkan kebijakan ditingkat daerah sehingga upaya menurunkan trend perokok  bisa diwujudkan, ujar Shoim Direktur Yayasan KAKAK.


[1] https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170112183607-255-185919/who-rokok-bunuh-sepertiga-populasi-manusia-pada-2030

[2] https://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/konsumsi-rokok-akibatkan-anak-stunting


SURVEY CEPAT IKLAN DAN PROMOSI ROKOK DI SEKITAR SEKOLAH DI SURAKARTA YAYASAN KAKAK 2022

Yayasan KAKAK yang memiliki kepedulian pada persoalan perlindungan berkolaborasi dengan Pemuda Penggerak melakukan survey cepat Iklan dan Promosi rokok di sekitar sekolah. Survey cepat  iklan dan  promosi  rokok luar ruang  dilakukan  untuk mengetahui  situasi  di sekitar sekolah di Kota Surakarta. Selain itu juga untuk memberikan gambaran fakta  bahwa industri rokok mentargetkan anak-anak.

Survey cepat ini dilakukan dalam kurun waktu 1 minggu dimulai dari tanggal 2 – 9 Maret 2022. Survey cepat melibatkan 11 anggota Pemuda Penggerak dengan menjangkau titik (sekolah) dengan radius 150 meter dari pintu masuk/keluar dari sekolah. Sekolah menjadi sasaran survey cepat ini adalah tingkat SD(Sekolah Dasar), SMP(Sekolah Menegah Pertama)/MTS dan SMA/SMK di 5 kecamatan di Kota Surakarta.

Temuan dari survey cepat ini dapat menjangkau 128 titik (sekolah) dengan gambaran sebagai berikut :

Jumlah sekolah 128 dengan kategori SD 74, SP 24 dan SMA/SMK 30.

Hasil monitoring cepat iklan dan promosi yang dilakukan disekitar sekolah ini menghasilkan sebanyak 962 dari 128 sekolah yang tersebar di 5 kecamatan. Dari iklan dan promosi yang dimonitoring, jenis yang paling banyak ditemukan yakni jenis iklan sebanyak 659. Industry rokok memilih banyak memasang iklan disekitar sekolah karena ingin memperkenalkan produknya ke anak-anak dengan gambar-gambar yang menarik. Dari 128 sekolah tersebut iklan dan promosi paling banyak ditemukan di tingkat Sekolah Dasar yakni sebanyak 605. Hal ini membuktikan bahwa industry rokok benar-benar menyasar perokok pemula dan kebanyakan di jenjang sekolah dasar.

Hasil monitoring tersebut akan disampaikan ke pihak pemerintah agar menindaklanjutinya , karena sangat miris dimana sekolah merupakan KTR 100% namun masih banyak ditemukan iklan dan promosi rokok. Juga sebagai bahan advokasi untuk larang iklan rokok.